Pemkab Mempawah Tandatangani MoU Dengan Asuransi PT Jasindo

  • BY DAVID
  • ON 10 NOVEMBER 2019
https://www.mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_8226520970_Jasindo_web.jpg

Mempawah, Diskominfo - Pemerintah kabupaten Mempawah menandatangani MoU dengan Asuransi PT Jasindo, (7/11) di Aula Balai Patih Kantor Bupati Mempawah.

Bupati Mempawah, Erlina mengatakan kerja sama ini merupakan asuransi untuk perlindungan pertanian bagi para petani di kabupaten Mempawah.

"Asuransi ini jika ada bencana alam atau gagal panen petani bisa klaim melalui asuransi ini. Untuk saat ini ada sekitar 2000 hektare lahan yang diberikan asuransi," ungkapnya.

Erlina menjelaskan, premi untuk asuransi tersebut akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah, sehingga tidak akan membebani para petani.

Selain itu ia mengatakan, untuk klaim kerugian menurutnya bisa mencapai 6 juta rupiah perhektarenya. "Jadi preminya itu ditanggung oleh Pemerintah Pusat 80 persen, dan pemerintah daerah 20 persen," terangnya.

Ia berharap melalui upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Mempawah dapat menuju swasembada pangan. "Kita inginnya ini dapat meningkatkan swasembada pangan di kabupaten mempawah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Gusti Basrun mengatakan, kerjasama dengan Asuransi PT Jasindo ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Daerah untuk melindungi usaha tani. Walaupun diakuinya masih belum dapat mengakomodir semua lahan pertanian yang ada.

"Sesuai UU perlindungan usaha tani maka Pemkab berusaha memenuhi hal tersebut, memang belum 100 persen. Lahan pertanian di Mempawah itu ada 12340 hektare dan baru terakomodir 2000 hektare, kita harapan nantinya bisa 100 persen," ujarnya.

Ia mengatakan untuk pembayaran premi tersebut Pemda menggelontorkan dana sebesar 70 juta rupiah. "Karena 20 persennya itu pemda yang bayar maka kita hanya membayar 70 juta saja sekali masa panen. Artinya pembayaran premi ini hanya untuk selama masa panen antara 4 hingga 6 bulan saja," jelasnya.

Ia berharap melalui bantuan ini petani merasa terlindungi dan tidak terlalu khawatir jika terjadi gagal panen nantinya.

Kepala Cabang Asuransi PT Jasindo, Langgeng mengatakan, untuk di Kalimantan Barat yang menggunakan APBD dalam pembayaran premi asuransi Pertanian hanya Kabupaten Mempawah.

Sementara untuk kabupaten lain diakuinya masih menggunakan pihak ketiga. Diakuinya pula untuk besaran premi yang diberlakukan tersebut telah melalui proses panjang sehingga diperoleh nilai 180 ribu untuk perhektarnya.

"Kita ini sifatnya sudah ditugaskan penetapan premi ini juga sudah melalui proses lama dan melakukan studi banding ke negara tetangga," tambah Langgeng.

Ia pun mengakui jika PT Jasindo tidak hanya melakukan kerja sama dengan daerah yang aman atau terbebas dari bahaya gagal panen.

"Kita tidak bisa memilih-milih tempat yang aman saja, sudah menjadi resiko kami jika memang harus membayar ganti rugi. Mempawah juga wilayah yang cukup rawan banjir dan kekeringan sehingga rentan gagal panen," pungkasnya.

Tags Terkait

Pemkab Mempawah