Erlina: Stok Bahan Pokok Kabupaten Mempawah Aman

  • BY DAVID
  • ON 02 MEI 2019
https://www.mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_3264126584_Pangan_WEB.jpg

Mempawah, Humas - Isu kenaikan harga pangan dan stok barang kebutuhan pokok setiap menjelang bulan ramadhan dan idul fitri 1440 H menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, baik Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk itu, Bupati Mempawah Hj. Erlina menghadiri secara langsung acara Rakor Stabilisasi Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok menjelang ramadhan dan Idul Fitri 1440 H di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (30/4).

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Kapolda Kalimantan Barat, Kepala Bulog Divre Kalbar, Kementerian Perdagangan RI, sejumlah Kepala Daerah se-Kalimantan Barat, Kepala SKPD Provinsi Kalimantan Barat, dan Satgas Pangan Kalimantan Barat.

Erlina menilai, kegiatan rakor ini sangat penting untuk melihat dan memastikan bahwa stok barang kebutuhan pokok di Kalimantan Barat dan di Kabupaten Mempawah khususnya cukup saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H nantinya.

"Kegiatan Rakor ini sangat baik, guna mengetahui jumlah ketersediaan bahan pokok yang dimiliki bulog, terutama di wilayah Kabupaten Mempawah. Dan Alhamdulillah dari paparan Kepala Bulog Kalbar, Stok Bahan Pangan kita Aman," Ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Meempawah akan melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang bahan pokok menjelang bulan ramadhan dan idul fitri nanti. “Kita akan membantu pemerintah dan masyarakat untuk selalu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok  pada saat bulan ramadhan dan idul fitri nantinya " Jelasnya.

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji membuka secara langsung rakor tersebut. Sutarmidji mengatakan salah satu faktor yang menjadi pemicu kenaikan harga bahan pokok di pasar karena kebijakan pemerintah pusat yang tidak sinkron antar kementerian.

“Kenaikan harga bahan pokok di pasar terjadi karena tidak adanya kecocokan data antara Kementerian Perdagangan RI dan Bulog tentang ketersediaan stok bahan pokok untuk import, sehingga pasar merespon negatif dengan menaikkan harga bahan pokok di pasar," ujarnya.

Ditempat yang sama, Kapolda Kalbar Didi Haryono mengatakan kebutuhan bahan pokok merupakan kebutuhan primer yang sangat penting bagi kita semua. Untuk itu kita harus memberi perhatian khusus untuk menjaga ketersediaan bahan pokok tersebut cukup.

"Beberapa hal permasalahan yang harus menjadi atensi kita bersama yaitu, pertama, memastikan kecukupan stok. Kedua, memastikan distribusi sesuai aturan sehingga jangan terjadi penimbunan. Ketiga, memastikan stabilitas harga pangan di pasar," jelasnya.

Mengakhiri arahannya, Didi Haryono mengajak seluruh stakeholder berkomitmen untuk bersama-sama menghadirkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat, terutama pada saat bulan ramadhan dan Idul Fitri 1440 H. "Tugas kita bersama untuk memastikan tidak ada satu orang pun masyarakat Kalimantan Barat yang akan kelaparan karena kekurangan bahan makanan,” tegasnya. (Riski)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah