Imbauan Mendikbud Pada Peringatan HUT PGRI Ke-74

  • BY DAVID
  • ON 25 NOVEMBER 2019
https://www.mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_1753203378_porseni.jpg

Mempawah, Diskominfo - Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional di Kabupaten Mempawah berlangsung sederhana. Bertindak sebagai Inspektur upacara Bupati Mempawah, Hj Erlina, Senin (25/11) di Halaman Kantor Bupati Mempawah.

Turut dihadiri Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi, Sekretaris Daerah, H Ismail, Kepala OPD, Forkopimda, Ketua DPRD, H Mulyadi, ratusan Guru dan Kepala Sekolah se-kabupaten Mempawah, serta para pelajar.

“Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya sedikit berbeda, saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus kepada semua guru di Indonesia, dari sabang sampai merauke,” tutur Erlina membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit, ucap Erlina. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Lanjut Erlina, anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi, kata Erlina, karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

“Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan  belajar di Indonesia,” ujar Erlina, disambut tepuk tangan para peserta upacara.

Namun, kata Erlina, perubahan tidak dapat dimulai dari atas, semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah, ambillah langkah pertama.

Besok, Imbaunya, dimanapun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

“Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak,” ujar Erlina.

Selesai upacara dilakukan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Mempawah, Hj Erlina, menandai dibukanya kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) antar pelajar se-Kabupaten Mempawah. (Dvd)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah