Mempawah Kaya Potensi Wisata Budaya dan Religi

  • BY DAVID
  • ON 06 MARET 2018
https://www.mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_6989945539_Cap_Go_Meh_2018_Berita.jpg

SUNGAI PINYUH, HUMAS – Kabupaten Mempawah punya peluang besar untuk mengembangkan paket wisata budaya dan religi. Sebab Bumi Galaherang Mempawah memiliki potensi keragaman etnik. Mempawah juga kaya dengan objek wisata alam dan kuliner (makanan) yang ditunjang dengan letak geografis yang strategis. Hal itu disampaikan pelaksana tugas Bupati Mempawah Gusti Ramlana saat membuka ajang Budaya Cap Go Meh 2018 di halaman Vihara Tri Dharma Bhakti Kecamatan Sungai Pinyuh, akhir pekan lalu. Selain dihadiri ribuan masyarakat, pelaksanaan Cap Go Meh turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mempawah, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Mempawah, unsur pimpinan Kecamatan Sungai Pinyuh, dan tokoh masyarakat serta tokoh adat setempat.

Ramlana mengatakan perayaan Cap Go Meh merupakan salah satu kegiatan budaya yang selalu dinantikan oleh seluruh elemen masyarakat khususnya etnis Tionghoa di Kabupaten Mempawah. Perayaan Cap Go Meh, ujar Ramlana, sangat penting dan menarik khususnya bagi masyarakat Tionghoa. Adapun bagi elemen masyarakat lainnya, Cap Go Meh memberikan edukasi tentang warisan budaya leluhur Tionghoa. “Sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan luar untuk datang dan berkunjung ke Mempawah,” ucapnya menambahkan.

Ramlana menyebut sejak bergulirnya kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan naturalisasi kewarganegaraan, maka budaya Tionghoa di Kalimantan Barat menjelma menjadi salah satu aset budaya lokal. Keberadaannya kian memperkaya multikuturalisme di lingkungan masyarakat khususnya di Kalimantan Barat termasuk Kabupaten Mempawah. “Karena itu, perayaan Cap Go Meh yang telah tumbuh dan berkembang serta mengakar ini menjadi kekayaan budaya lokal yang harus selalu dilestarikan sebagai konsekuesi logis dan proses asimilasi serta akulturasi dalam waktu yang sudah cukup lama secara turun-temurun,” paparnya menerangkan.

Ramlana menilai Cap Go Meh sebagai bentuk multikulturalisme yang tidak serupa dengan pluralisme. Hal itu, menurut dia, merupakan sebuah pemahaman, penghargaan, dan penilaian atas budaya seseorang serta sebuah penghormatan keingintahuan tentang budaya etnis lain. Sekaligus upaya melibatkan budaya tertentu untuk mengekspresikan diri. “Maka Pemerintah Kabupaten Mempawah memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendorong pembangunan di sektor wisata. Karena kita memiliki potensi wisata yang cukup besar dan memiliki nilai jual tinggi.”

Untuk itu, Ramlana mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Mempawah untuk berpartisipasi aktif mendukung upaya pemerintah daerah membangun dan memajukan sektor pariwisata agar terus berkembang. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, saya mengajak seluruh elemen terutama pelaku seni budaya dan industri wisata di Kabupaten Mempawah untuk menjadikan ajang budaya sebagai daya tarik utama dalam mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara di daerah ini melalui acara-acara budaya lokal di lingkungan masyarakat.”

Puncak perayaan Cap Go Meh 2018 dimulai sejak pukul 14.00-17.00. Para peserta pawai berjalan kaki melewati rute Pasar Tingkat Tiga, Jalan Beringin, Jalan Jurusan Pontianak, Jalan Pendidikan, Jalan Jurusan Anjongan, Jalan Beringin. Kemudian arak-arakan pawai tatung menuju ke Jalan Jurusan Mempawah, jalan menuju Vihara, dan kembali ke lokasi awal Jalan Pasar Tingkat Tiga. Dalam laporannya, panitia mengungkapkan acara pawai tatung pada perayaan Cap Go Meh di Sungai Pinyuh diikuti 260 lauya, 60 tandu tatung, lebih dari 1.000 orang pengikut, 1 replika naga raksasa, 5 naga kecil, 3 barongsai, dan pawai budaya serta kesenian multietnis.(Rio)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah