Wabup: Distribusi Elpiji 3 kg Harus Tercukupi dan Terkendali menjelang IdulFitri

  • BY DAVID
  • ON 30 MEI 2019
https://www.mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_7099440747_elpiji_web.jpg

Mempawah, Diskominfo - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi memimpin rapat koordinasi elpiji 3 kg bersubsidi, Senen (27/5) di Aula Patih Kantor Bupati Mempawah. Turut dihadiri Kepala Disperindagnaker Kabupaten Mempawah, Yusri, Camat, perwakilan dari Polres Mempawah serta para agen penyalur elpiji yang ada di Kabupaten Mempawah.

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengatakan, elpiji merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Mempawah. “Dulu kita menggunakan minyak tanah, sempat terjadi reaksi karena minyak tanah penggunaannya akan diubah ke gas. Namun secara bertahap alhamdulilah masyarakat bisa menerima,” terangnya.

Kemudian Ia menjelaskan, didalam penggunaan elpiji, pemerintah telah mengeluarkan suatu kebijakan yaitu dengan mengeluarkan tabung elpiji 3 kg bersubsidi. Artinya, untuk memberikan keringanan kepada masyarakat dalam menggunakan elpiji dan akan memperlancar proses penyaluran dari pertamina ke agen lalu ke pangkalan pengecer.

“Ini yang perlu kita singkapi bersama agar kebutuhan masyarakat itu tidak terhambat, karena apabila beberapa hari saja barang ini tidak tersedia masyarakat pasti bereaksi dan akan menimbulkan gejolak. Sehingga akan merugikan kita semua,” ujarnya.

Selain itu, Muhammad Pagi menambahkan, persoalan elpiji ini bukan merupakan hal yang baru. Agen - agen dan pangkalan elpiji tentu sudah menghitung kebutuhan daerah masing - masing. Apabila sudah mengetahui jumlah kebutuhan yang diperlukan, menurutnya tentu tidak akan terjadi suatu kelangkaan.

“Kebutuhan yang diperlukan itu harus dikomunikasikan ke pertamina. Oleh karena itu, agen harus aktif dan kejujuran itu juga harus dikedepankan. Jangan sampai stoknya banyak dibilang tidak ada, karena untuk menaikan harga,” tegasnya.

Oleh karenanya, Wakil Bupati mengimbau kepada para agen untuk tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Dan dari Disperingnaker harus terus aktif memantau, serta dalam distribusi penyaluran menjelang lebaran ini betul - betul sampai ke masyarakat, sehingga stoknya tercukupi dan terkendali.

Kepala Disperindagnaker, Yusri mengatakan, diskusi ini adalah terkait persiapan kebutuhan elpiji menjelang menghadapi lebaran. Ia menjelaskan, merupakan kewenangan dari pemerintah daerah membuat peraturan mengenai elpiji ini.

“Peraturan mengenai elpiji ini secara keseluruhan telah dibuat sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah wajib menjamin ketersediaan barang pokok dan penting. Untuk penetapan harga eceran tertinggi (HET) elpiji tertentu sudah ditentukan. Untuk elpiji 3 kg harganya Rp16.500,” paparnya.

Dalam upaya melakukan pengawasan pendistribusian, menurut Yusri pihaknya telah melakukan upaya - upaya ujicoba distribusi elpiji. “Untuk usulan Kouta kita usulkan setiap tahun, termasuk adanya kebutuhan tambahan apabila kouta yang sudah ditentukan tidak mencukupi,” ungkapnya.

“Jadi, maksud dan tujuan rapat koordinasi ini adalah membahas pesediaan elpiji khususnya 3 kg. Karena, elpiji 3 kg bersubsidi ini sering menjadi masalah dan nantinya dari pertemuan ini diharapkan kita bersama dapat mengatasi dan mengambil solusinya,” pungkasnya (Dvd)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah