Wujudkan Kabupaten Mempawah Bebas Dari Narkoba

  • BY DAVID
  • ON 14 NOVEMBER 2019
https://www.mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_1210923399_narko_2019.jpg

Mempawah, Diskominfo - Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah, menggelar acara penyuluhan pencegahan peredaran atau penggunaan minuman keras dan narkoba, Kamis (14/11) di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah.

Acara dibuka Asisten Tata Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah, H Juli Suryadi B, dihadiri Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kepala Bagian dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Juli mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang semakin hari kian menjadi masalah yang komplek dan multidimensial, serta menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Akibat penyalahgunaan narkoba, ungkap Juli dapat menimbulkan benih-benih kejahatan, terorisme, perdagangan gelap wanita dan anak, pencucian uang, kejahatan dunia maya, penyeludupan senjata, prostitusi, dan berbagai bentuk kekerasan.

“Para pengedar narkoba selalu menggunakan modus operandi baru dengan memanfaatkan situasi dan teknologi terkini, serta merekrut jaringan-jaringan baru melalui jejaring media sosial. Sehingga secara tidak sadar masyarakat turut terlibat,” terangnya.

Saat ini, kata Juli, telah ada kesepakatan antar lembaga yang dirumuskan dalam peraturan bersama. Kepada pecandu narkoba akan direhabilitasi, namun untuk para pengedar akan diberikan hukuman berat hingga hukuman mati. “Sikap ini sebagai bentuk komitmen dan kesungguhan bangsa Indonesia dalam menangani masalah narkoba,” ujarnya.

Selain itu, upaya-upaya untuk menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Mempawah terus dilakukan, antara lain dengan cara sosialisasi melalui media elektronik/sosial, kampanye secara masif agar masyarakat ikut memerangi penyalahgunaan narkoba. Serta rehabilitasi pemulihan agar para korban tidak lagi menjadi sasaran para sindikat narkoba.

“Penyuluhan seperti ini sangat penting untuk menghindarkan masyarakat dari cengkraman bahaya narkoba, dan saya berharap dukungan dari semua pihak dalam mewujudkan Kabupaten Mempawah yang bebas dari narkoba,” ujarnya.

Untuk itu, menurutnya perlu kewaspadaan seluruh pihak termasuk ASN dalam membantu pencegahan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba, dalam rangka mensukseskan pencanangan gerakan nasional penanganan ancaman narkoba dalam mewujudkan indonesia emas Tahun 2045.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara, Jumiati melaporkan, dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan mengambil tema peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba.

Lanjut Jumiati, tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang narkoba, ciri-ciri penyalahgunaan ditinjau dari aspek agama dan hukum, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penyalahgunaan.

“Peserta berjumlah 59 orang terdiri dari ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Dengan nara sumber kami undang dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Sat Reserse Narkoba, Dinas Kesehatan, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah,” jelasnya. (Dvd)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah