3.465 Pekerja Terdaftar, Abdul Malik Tekankan Penguatan Kinerja Perisai di Mempawah
Mempawah, MC - Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, secara resmi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Perisai Aktif di Aula BAPPERIDA Kabupaten Mempawah, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perluasan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja yang belum mendapatkan perlindungan secara optimal.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, Abdul Malik menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BPJS Ketenagakerjaan, seluruh perangkat daerah terkait, serta para kader Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Mempawah.
Menurutnya, keberadaan agen Perisai memiliki peran strategis dalam menjangkau kelompok pekerja yang selama ini belum terlindungi secara maksimal. Kelompok tersebut meliputi petani, nelayan, pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja sektor informal, serta pekerja mandiri lainnya.
“Oleh karena itu, jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program perlindungan, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman, kepastian perlindungan, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan rekapitulasi akuisisi peserta melalui Perisai aktif selama Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 3.465 pekerja telah terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Mempawah.
Abdul Malik menilai capaian tersebut merupakan hasil kontribusi nyata para kader Perisai dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi para pekerja. Ia berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan melalui penguatan kinerja, perluasan jangkauan sosialisasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Capaian ini patut kita apresiasi sebagai kontribusi nyata para kader Perisai dalam memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah pekerja yang berhasil didaftarkan. Keberlanjutan kepesertaan serta manfaat perlindungan yang dapat dirasakan oleh pekerja dan keluarganya juga menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas program tersebut.
Untuk itu, Abdul Malik mendorong agar kinerja setiap kader Perisai dievaluasi secara berkala. Evaluasi perlu mencakup jumlah akuisisi peserta, jangkauan wilayah, efektivitas sosialisasi, hingga keberlanjutan kepesertaan.
“Saya mendorong agar kinerja setiap kader Perisai dievaluasi secara berkala, baik dari sisi jumlah akuisisi peserta, jangkauan wilayah, efektivitas sosialisasi, maupun keberlanjutan kepesertaan. Dengan evaluasi yang baik, kita dapat mengetahui strategi yang telah berhasil dan menentukan perbaikan yang perlu dilakukan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan kinerja para kader Perisai semakin optimal sehingga semakin banyak pekerja di Kabupaten Mempawah memperoleh akses terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan beserta jajaran, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para koordinator, serta kader Perisai.
