Bupati Erlina Sampaikan Jawaban Fraksi DPRD, APBD Mempawah 2027 Fokus pada Kesejahteraan dan Pemerataan Pembangunan
Mempawah, MC - Bupati
Mempawah Erlina menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD
Kabupaten Mempawah terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 dalam rapat
paripurna di Aula Kantor DPRD Kabupaten Mempawah, Senin (26/10/2026).
Rapat paripurna yang dipimpin pimpinan DPRD tersebut dihadiri Wakil
Bupati Mempawah Juli Suryadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda), jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Mempawah, pimpinan dan
anggota DPRD, insan pers, serta tamu undangan lainnya.
Dalam penyampaiannya, Bupati Erlina mengapresiasi berbagai masukan,
saran, dan kritik konstruktif yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Menurutnya,
pandangan tersebut menjadi bahan penting untuk menyempurnakan perencanaan
pembangunan sekaligus memastikan penganggaran daerah lebih tepat sasaran dan
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Erlina menjelaskan, arah pembangunan Kabupaten Mempawah pada 2027
difokuskan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan
pengangguran, pengurangan ketimpangan, serta peningkatan Indeks Pembangunan
Manusia (IPM).
Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah daerah menyiapkan delapan
program kerja prioritas yang mencakup ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya
air, penyediaan air bersih, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan,
pembangunan infrastruktur, serta penataan lingkungan.
Optimisme terhadap pencapaian target pembangunan turut didukung oleh
perbaikan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat pada 2025. Tingkat
kemiskinan Kabupaten Mempawah tercatat turun dari 4,83 persen menjadi 4,49
persen. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 13.220 jiwa menjadi 12.380
jiwa.
Perbaikan turut terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat
pengangguran terbuka menurun dari 6,78 persen menjadi 4,74 persen, sedangkan
umur harapan hidup meningkat menjadi 74,82 tahun. Capaian tersebut menjadi
salah satu pijakan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan
pembangunan yang lebih terarah pada 2027.
Di sisi lain, pemerintah daerah berkomitmen memastikan keberadaan Proyek
Strategis Nasional di kawasan Sungai Kunyit memberikan dampak ekonomi yang
lebih luas bagi masyarakat lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan
kompetensi tenaga kerja daerah dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM).
Penguatan ekonomi masyarakat juga diarahkan pada optimalisasi potensi
sektor unggulan, terutama pertanian, perikanan budidaya, dan peternakan.
Pemerintah daerah turut mendorong dukungan terhadap ketersediaan pupuk
bersubsidi guna membantu petani meningkatkan produktivitas dan menjaga
keberlanjutan usaha pertanian.
Pada sektor keuangan daerah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
menjadi salah satu perhatian utama. Langkah yang ditempuh meliputi perbaikan
tata kelola, digitalisasi pemungutan, pemutakhiran data potensi pendapatan,
serta optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Sementara itu, belanja daerah akan diarahkan untuk mendukung pembangunan
infrastruktur prioritas secara merata di seluruh kecamatan. Kebijakan tersebut
diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kualitas
pelayanan publik, dan mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi agenda penting
dalam rancangan APBD 2027. Di bidang pendidikan, upaya difokuskan pada
penguatan mutu pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik, revitalisasi
sekolah, dan digitalisasi pendidikan. Adapun di sektor kesehatan, pemerintah
daerah mendorong peningkatan fasilitas pelayanan serta pemenuhan kebutuhan
tenaga medis.
Selain itu, pemerintah daerah terus memperkuat upaya mitigasi banjir dan
penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pembinaan olahraga dan
peningkatan prestasi atlet juga menjadi bagian dari perhatian pembangunan untuk
mendorong potensi generasi muda di Kabupaten Mempawah.
Terkait Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, Erlina menegaskan bahwa
aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui para wakil rakyat akan ditelaah
dan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan skala prioritas, kesesuaian dengan
dokumen perencanaan pembangunan, serta kemampuan keuangan daerah.
Pengelolaan anggaran juga diarahkan untuk menjunjung prinsip
transparansi dan akuntabilitas, sekaligus memastikan pemenuhan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, setiap
alokasi anggaran diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung
pencapaian target pembangunan daerah.
Rapat paripurna ditutup dengan penyerahan dokumen jawaban Bupati
Mempawah kepada DPRD Kabupaten Mempawah sebagai bagian dari tahapan pembahasan
Raperda APBD Tahun Anggaran 2027.
Melalui pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mempawah berharap APBD
2027 dapat menjadi instrumen pembangunan yang efektif, merata, dan
berkelanjutan, dengan prioritas pada peningkatan pelayanan publik, penguatan
ekonomi daerah, serta kesejahteraan masyarakat.
