Erlina Dorong Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Lewat Pengolahan Bahan Baku Lokal

Mempawah, MC - Berawal dari kekayaan alam yang ada di sekitar, peluang untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga sesungguhnya terbuka lebar. Hasil pertanian, perkebunan hingga hasil hutan bukan kayu bukan sekadar bahan mentah, tetapi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk rumah tangga bernilai ekonomi.

Semangat inilah yang menjadi perhatian Bupati Mempawah, Erlina, yang juga menjabat Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, saat membuka secara resmi kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, Rabu (4/11/2026), di Wisma Chandramidi Mempawah.

Mengusung tema “Pengolahan Bahan Baku Alam Lokal untuk Produksi Rumah Tangga”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar semakin kreatif dan mandiri dalam mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutannya, Erlina menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, upaya meningkatkan ekonomi keluarga tidak cukup hanya dengan mendorong peningkatan pendapatan, tetapi juga harus dibarengi penguatan keterampilan, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di sekitar.

“Berbagai bahan baku yang tersedia di sekitar kita seperti hasil pertanian, perkebunan, hasil hutan bukan kayu, serta bahan alam lainnya dapat dikembangkan menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi,” ungkap Erlina.

Ia menjelaskan, pemanfaatan bahan baku lokal tidak hanya memberikan nilai tambah terhadap potensi alam daerah, tetapi juga mampu membuka peluang usaha produktif, menggerakkan roda ekonomi rumah tangga, sekaligus memperluas kesempatan bagi perempuan untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi.

Bagi Erlina, pemberdayaan perempuan bukan sekadar program pendukung, melainkan investasi penting bagi masa depan pembangunan. Ketika perempuan memiliki keterampilan dan kesempatan untuk berusaha, maka keluarga pun memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi keluarga yang mandiri dan sejahtera.

“Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus dipandang sebagai investasi pembangunan. Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong masyarakat agar semakin kreatif mengolah bahan baku lokal menjadi produk rumah tangga yang bernilai tambah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, atas nama Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Erlina juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP, PA, PPKB) Provinsi Kalimantan Barat atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta kerja sama yang telah terjalin.

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas pelatihan atau seremoni semata. Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, menggali ide, membangun kreativitas, hingga menumbuhkan keberanian masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

“Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum pelatihan, tetapi menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, membangun kreativitas, serta menumbuhkan semangat dan kemandirian ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, potensi alam yang selama ini mungkin hanya dimanfaatkan secara sederhana diharapkan dapat diolah menjadi produk yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing. Sebab, kemandirian ekonomi keluarga dapat dimulai dari langkah sederhana: mengenali potensi di sekitar, mengolahnya dengan kreativitas, dan menjadikannya peluang usaha yang berkelanjutan.