Gambaran Umum Kabupaten Mempawah

1. Letak Geografi, Luas dan Batas Wilayah Administratif

Secara astronomis, Kabupaten Mempawah terletak antara $0^{\circ}44'$ Lintang Utara dan $0^{\circ}00,4'$ Lintang Selatan dan antara $108^{\circ} 24'$ Bujur Timur dan $109^{\circ}21,5'$ Bujur Timur. Kabupaten Mempawah merupakan salah satu wilayah administratif di Provinsi Kalimantan Barat yang mengalami beberapa kali pemekaran wilayah hingga tahun 2007, Kabupaten Mempawah terjadi pemekaran dengan Kabupaten Kubu Raya. Kabupaten Mempawah menempati luas wilayah ketiga terkecil setelah Kota Pontianak dan Kota Singkawang, dari seluruh luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat sebesar 146.807 Km2. Dengan demikian Kabupaten Mempawah hanya menempati 1,32% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Adapun Kabupaten Mempawah berbatasan dengan:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang.

  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.

  • Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Karimata.

  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Landak.

Kabupaten Mempawah dengan luas wilayah 1.935,42 Km² dengan pemerintahan Kabupaten Mempawah terdiri dari 9 Kecamatan 60 Desa serta 7 Kelurahan setelah pemekaran dengan Kabupaten Kubu Raya Tahun 2007 dengan Kecamatan terluas adalah Kecamatan Sadaniang dengan luas 445,30 km2 atau 23,01 persen sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Mempawah Timur dengan luas sebesar 120,39 km2 atau 6,22 persen dari luas wilayah Kabupaten Mempawah.

2. Kondisi Topografis

Sebagian besar luas tanah di Kabupaten Mempawah adalah Penggunaan lainnya (35,89 %) dan Lahan Perkebunan (23,32%). Adapun areal penggunaan lainnya terluas terletak di Kecamatan Sadaniang seluas 9.078 ha, sedangkan Luas Lahan Perkebunan terluas berada di Kecamatan Sungai Pinyuh yaitu seluas 4.475 ha. Dari 127,69 ribu ha luas Kabupaten Mempawah, areal untuk pemukiman hanya berkisar 8,95 persen.

3. Kondisi Klimatologi

Curah hujan disuatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan orografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. jumlah curah hujan di Kabupaten Mempawah pada Tahun 2024 berkisar antara 114,50 s.d 418,80 milimeter. Curah hujan bulanan tertinggi terjadi pada Bulan November dan Desember mencapai 418,80 milimeter, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada Bulan Februari, yaitu mencapai 114,50 milimeter. Pada Tahun 2024, jumlah hari hujan di Kabupaten Mempawah berkisar antara 19 s/d 31 hari hujan. Jumlah hari hujan tertinggi terjadi pada Bulan Agustus, Oktober dan Desember mencapai 31 hari hujan sedangkan jumlah hari hujan terendah terjadi pada Bulan Juni yang mencapai 18 hari hujan. Kabupaten Mempawah mempunyai rata-rata kelembaban udara (lembab nisbi) dimana pada Tahun 2024 berkisar 84,18 s/d 88,37 persen. Kemudian pada Tahun 2024 penyinaran matahari tertinggi terjadi pada Bulan Mei, Juni dan September yaitu 5,6 jam dan terendah pada Bulan Desember 2024 yaitu 3,3 jam.

4. Kondisi Hidrologi

Kondisi air tanah pada umumnya dipengaruhi oleh intrusi air laut, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat untuk keperluan air minum sebagian besar bersumber dari pasokan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mempawah yang sumber mata airnya berasal dari Desa Sejegi Kecamatan Mempawah Timur ditambah dari Desa Peniti Dalam 2 Kecamatan Segedong dan dari Desa Wajok Hilir di Kecamatan Jongkat. Sedangkan untuk keperluan lainnya sebagian besar diperoleh dari sumur dengan kedalaman antara dua meter sampai enam meter. Ada beberapa daerah/wilayah kondisi air tanah relatif sangat rendah dan rasanya asin karena intrusi air laut dan tidak dapat digunakan untuk keperluan air minum. Di Kabupaten Mempawah terdapat empat sungai yang tersebar merata di seluruh wilayah yaitu

  1. DAS Duri.

  2. DAS Mempawah.

  3. DAS Purun Besar.

  4. DAS Raya.

5. Kondisi Geologi

Secara umum kondisi geologi yang ada di Kabupaten Mempawah terbagi menjadi aluvial, andesit, arenit kuarsa, diorit, formasi hamisan, granodiorit, dan granodiorit mensibau. Dari 9 (sembilan) kecamatan yang ada di Kabupaten Mempawah, kondisi geologi yang paling dominan adalah aluvial yaitu terdapat di Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sungai Pinyuh, Segedong, Siantan, dan Anjongan, sedangkan untuk Kecamatan Sadaniang yang paling dominan adalah arenit kuarsa.

6. Kondisi Pemanfaatan Lahan

Pola penggunaan lahan dapat mengindikasikan adanya potensi sumber daya alam di wilayah tertentu dan sejauh mana potensi yang ada telah dibudidayakan. Karenanya, hal ini perlu ditelusuri untuk kemudian dikaji implikasinya terhadap pola perkembangan wilayah baik dari segi fisik maupun nonfisik. Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mengetahui bagaimana kecenderungan pemanfaatan ruang di Kabupaten Mempawah pada masa mendatang dan implikasinya terhadap perkembangan kabupaten tersebut.


LINK TERKAIT