
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Mempawah melakukan kunjungan resmi ke Universitas PGRI (UPGRI) Pontianak, Rabu (4/2/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi strategis di bidang penelitian dan pengembangan daerah berbasis kebutuhan riil masyarakat.
gambar 1
Pertemuan
yang berlangsung di Gedung Rektorat UPGRI Pontianak tersebut dihadiri langsung
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Mempawah, Surya Riski
Fahriza, dan disambut Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (LPPM) UPGRI Pontianak, Basuki Wibowo.
Dalam
diskusi tersebut, Surya Riski Fahriza menegaskan bahwa pembangunan daerah yang
berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara parsial dan sektoral. Menurutnya,
keterlibatan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menghasilkan kebijakan
publik yang berbasis data dan riset ilmiah.
“Pembangunan
daerah membutuhkan kolaborasi dengan para akademisi. Riset yang tepat sasaran
dari kampus dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan agar lebih efektif dan
berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Surya.
Ia
menilai UPGRI Pontianak memiliki potensi sumber daya akademik yang kuat untuk
mendukung riset-riset strategis, khususnya dalam pemetaan potensi daerah serta
penyelesaian persoalan sosial, budaya, dan ekonomi di Kabupaten Mempawah.
Sementara
itu, Kepala LPPM UPGRI Pontianak, Basuki Wibowo, menyambut baik inisiatif
Bapperida Kabupaten Mempawah. Ia menegaskan komitmen UPGRI Pontianak untuk
memastikan hasil penelitian dosen tidak hanya berhenti sebagai laporan
akademik, tetapi mampu memberikan solusi konkret bagi pemerintah daerah dan
masyarakat.
“Kami
ingin hasil penelitian dosen UPGRI Pontianak benar-benar menjawab persoalan di
lapangan. Dukungan dan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar
riset kampus bisa diterapkan dalam kebijakan publik,” ungkap Basuki.
Menurutnya,
kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan jembatan
penting dalam mendorong inovasi berbasis riset agar dapat diimplementasikan
secara nyata dan berkelanjutan.
Pertemuan
ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan perjanjian
kerja sama yang lebih teknis. Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi
pemetaan potensi daerah, riset terapan, serta pemecahan berbagai persoalan
sosial, budaya, dan ekonomi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat